Sepakbola Afrika acapkali dianggap lekat dengan unsur magis. Sebuah
federasi sepakbola di benua itu kini bahkan punya aturan soal
jampi-jampi ilmu sihir!
Adalah Federasi Sepakbola Rwanda
(FERWAFA) yang kini memberlakukan peraturan mengenai pelarangan aksi
jampi-jampi dalam laga sepakbola di negara tersebut.
"Dalam
statuta FERWAFA kami tak punya peraturan untuk menghukum penggunaan ilmu
sihir karena di dunia ini pun tak ada bukti hal tersebut bisa
memengaruhi hasil pertandingan," kata Wakil Presiden FERWAFA Vedaste
Kayiranga.
"Akan tetapi, dengan adanya kekerasan antarpemain
karena tudingan salah satu tim menggunakan jampi-jampi ilmu sihir, kami
sudah memutuskan untuk memberlakukan peraturan tersebut," lanjutnya
seperti dilansir Mirror.
Kejadian yang dimaksud
Kayiranga itu merujuk pada pertandingan antara Mukura Victory Sports
versus Rayon Sport yang dilangsungkan sebelumnya pada bulan ini.
Pada
satu waktu dalam laga itu Moussa Camara, penyerang Rayon, tampak kesal
setelah sebuah tandukannya mengenai mistar gawang tim lawan. Rayon saat
itu sedang berusaha bangkit dari ketinggalan 0-1.
Nah, tak berapa
lama setelahnya Camara tampak berlari ke salah satu tiang gawang tim
lawan dan mengambil sesuatu. Tindakannya di injury time tersebut membuat
berang para pemain Mukura; si kiper berusaha menarik Camara dan pemain
lain berupaya menendangnya.
Camara sendiri pada prosesnya sukses berlari sampai ke bench dan terlihat menyerahkan benda yang sebelumnya ia pungut dari tiang gawang Mukura. Ia lalu dikartu kuning oleh wasit.
Yang
menarik kemudian adalah fakta bahwa di menit-menit awal babak kedua
Camara berhasil menjebol gawang Mukura lewat sepakan jarak jauhnya dari
sisi kiri lapangan. Itu menjadi gol penyama kedudukan dalam laga yang
berakhir 1-1.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

EmoticonEmoticon